Postingan

-

Bagaimana hari ini menyenangkan? Menyulitkan? Apa membosankan? Apa karna saya mulai lelah sampai rasanya ingin mengakhiri semuanya. OMG...   Seberapa buruk sih keadaan sampai mulai berfikir yang enggak baik. Sebenernya masih banyak yang orang yang memiliki kondisi yang lebih menyakitkan, tapi kenapa saya yang lemah. Bagaimana rasanya depresi? Takut, kecewa, lelah atau malah perasaan yang lainnya. Apa rasanya bercerita dengan jujur tanpa nutup nutupin keadaan? Apakah semua masalah yang dipendam akan langsung menghilang. Bagaimana rasanya bahagia? Apa memiliki banyak uang, atau memiliki banyak orang terkasih disekitar? Lalu, bagaimana dengan saya yang hanya ingin hidup sendiri. Oh iya. Bagaimana ya rasanya hidup sendiri? Apakah bebas melakukan segala sesuatunya atau malah merasa kesepian? Coba jelaskan bagaimana rasanya tinggal sendiri, bahagia bukan? ahh... Membayangkannya saja sudah sangat menyenangkan. Tidak mendengar suara ejekan, bukan mendengar suara perintah yang melahkan atau...

Aku tanpa kamu!

Sekarang apa yang sedang kamu rasakan? Apa kamu juga merasakan apa yang aku rasakan. Sepertinya, tidak bukan? Kamu terlihat baik baik saja. Menjalani hidupnya seperti biasa  Mungkin hanya aku saja yang tidak terlihat baik baik saja. Ah sebenarnya aku sedang berusaha, berusaha agar terlihat baik baik saja padahal kenyataannya tidak. Apa yang membuat kita harus berakhir? Oh aku sampai lupa kalo kita berdua masih terlalu kekanak kanakan untuk menjalin hubungan yang lebih serius, bukan? Tapi itu belum tentu, buktinya sekarang banyak anak lebih muda dibanding kita sudah berani mengambil keputusan. Lalu yang salah siapa? Aku, kamu, atau mereka... Sepertinya hanya kita yang salah... kita yang masih ragu satu sama lain membuat semuanya menjadi berantakan. Waktu yang terbuang selama ini. Ah sia sia aku berusaha tapi tidak pernah berhasil apa tahun ini tahun kesialan orang berzodiak virgo? Hahaha Sepertinya aku doang yang sial. Banyak keputusan yang kubuat malah jadi penghacur semua...

I'll never love again.

Aku pernah dengar seseorang bilang bahwa jika ada satu orang pandai menuliskan puisi tentang cinta, sebenarnya orang itu tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengutarakan tentang perasaannya kepada seseorang yang ia cintai. Aku sempat terteguh, namun pada akhirnya aku tetap mengamini karena memang begitu faktanya. Aku mencintaimu, tidak pernah ada kesempatan untukku mengutarakannya padamu langsung. Jatuh cinta padamu bukanlah sebuah hal yang aku pilih karena itu bukanlah sebuah pilihan, aku tidak pernah keberatan dengan ini, meski demikian aku sama sekali tidak berhasrat memilikimu. Cukup bagiku menatapmu dari tepatku berdiri, melihatmu tersenyum, tertawa, dan bergurau bersama teman-temanmu. Jujur, aku tidak pernah sebahagia ini jatuh cinta pada seseorang. Perasaanku adalah urusanku, perasaanmu adalah urusanmu. Adalah tanggung jawabku mencintaimu begini, aku tidak memiliki alasan apapun untuk memaksamu jatuh cinta kepadaku. Kamu adalah apa yang selalu aku tulis, dan aku adala...

love. (2)

Kadang rasa yakin nggak datang dari berapa lama kamu sudah mengenal pasanganmu... Kadang, baru sekali lihat pun bisa langsung yakin... "Aku maunya sama dia." Semudah itu...

love.

Tidak ingin main-main, Sudah waktunya menunjuk satu nama lalu meminta dengan sederhana. Pada doa, di banyak waktu dan sepertiga malam seperti biasa. Tuhan mohon lembutkan hatinya, Mudahkan jalannya dan jadikanlah kami sepasang yang akan saling menjaga.

Jauh (2)

Sekarang aku resah. Aku hancur. Aku berantakan. Aku takut. Takut banget.... Kita enggak bisa bertahan.... Bukannya kita sudah berjalan terlalu jauh. Bukannya sudah banyak waktu yang kita lewati bersama. Bukannya sudah banyak cerita yang kita buat. Tetapi kenapa sekarang aku ragu. Tetapi kenapa sekarang aku bingung. Aku takut... Aku enggak tau apa yang akan terjadi. Aku enggak tau apa aku masih bisa bertahan. Kamu, aku, berbeda.... Tapi selama ini kita tak peduli. Tapi akhirnya perbedaan itu membuat kita sadar. Kalo kamu & aku belum tentu bisa terus bersama. Apa keadaan yang salah? Bukan, haha.... Kita yang salah. Tidak bisa bertahan. Tidak mampu berusaha lagi. Tidak mau untuk mengerti lagi.

Jauh....

Kita dekat, tapi terasa jauh. Atau sesungguhnya kita jauh tapi berusaha selalu dekat. Tidak menerima kenyataan kalau sebenarnya kita memang jauh. Tidak mau, melihat sesungguhnya kita memang berbeda. Kita yang berusaha menyatukan dua kepala, Apakah akan berakhir sesuai dengan yang diharapkan... Pada akhirnya semua keyakinan tersebut sirnah. Pada akhirnya keadaan membuat kita tetap jauh. Pada akhirnya sesuatu yang kita harapkan tidak akan pernah sesuai dengan yang kita inginkan.