Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Tanpa Aku

Tetaplah bahagia tanpa aku. Kenang saja kita sekedar masa lalu. Kita yang pernah ingin bahagia, tetapi luka lebih cepat datang. Kita yag gagal menyatukan cinta. Sebab kamu lebih suka bermain. Aku pernah begitu serius. Namun, kamu tak pernah belajar mencinta dengan tulus. Sekarang, semua terlanjur menjadi kenangan. Mungkin sudah saatnya kamu pulang. Sebab, kita tak akan pernah lagi bisa mengulang.

Rindu...

Kita adalah dua orang yang pernah bersama-sama memperjuangkan. Meski dikalahkan oleh kenyataan. Jika kini aku rindu, kurasa wajar. Meski kamu tak perlu tahu, meski kamu tak perlu membalasnya. Kadang, yang kita lupa adalah menjaga apa yang kita miliki selagi ada. Lalu, merindukan hal-hal yang tidak sepantasnya lagi kita punya. Aku tahu ini salah, tetapi rindu bukanlah perasaan yang salah. Meski dirasakan kepada seseorang yang tidak lagi seharusnya kubuat resah. Tetaplah jalani hidup baikmu, aku hanya sedang rindu hal-hal indah dulu. Dari seseorang  yang diam-diam menyebut  namamu dalam doa  ditengah malam.

Pilihan.

Kamu bisa mengelak, juga bisa menolak sesukamu. Tidak ada yang salah dengan apa yang kamu lakukan. Kamu bisa memilih dan melakukan apapun yang kamu mau. Tidak ada yang bisa memaksakan apa-apa. Bahkan, jika kamu menjauh sekalipun, aku tidak bisa menahanmu. Aku juga tidak akan memohon agar kamu tetap tinggal disini. Namun, perasaan yang tumbuh dan terus bertambah bukan hal yang bisa kuperbuat semauku. Perasaan itu tetap saja ada, meski berkali-kali aku pun mencoba mengusirnya. Barangkali, itulah salah satu sebab kenapa ada orang yang bertahan bertahun-tahun. Kenapa ada orang yang betah, meski tak lagi dibutuhkan. Kenapa ada orang yang bersikeras, meski hatinya berkali-kali di hancurkan. Kenapa ada orang yang ingin menetap, meski tak lagi ditatap. Sebab, terkadang cinta lebih kuat dari apapun. Ia bertahan dan tak pernah mau pergi, maski tak juga memiliki. Ia tetap ingin menjadi ada, bahkan pada seseorang yang menganggapnya tiada.

Setelah Kamu Pergi.

Aku melepaskan pelukanmu dengan harapan ini bukan yang terakhir. Namun, kamu tetap pergi. Air mataku yang jatuh satu per satu, tak pernah kamu gubris lagi. begitu saja kamu putuskan untuk lari, tak peduli dengan segalanya yang sudah kita bangun sejauh ini.  Kamu ciptakan perpisahan, tanpa menatap aku yang kesakitan. Kamu kuburkan semua kenangan, seakan aku tidak pernah kamu jadikan tujuan. Kamu bunuh semua harapan hingga membuat aku muak dan kelelahan. Kapan hari itu akan datang? Saat pada akhirnya kamu akan berhenti bertualang, kemudian menyadari bahwa akulah harusnya tempatmu kembali.

Akhir Kisah Cerita

   Kita selalu berkesempatan menentukan akhir kisah ini, menjadi hujan, senja ataupun kenangan. Biarlah jarak dan jeda, jika memang semua itu bisa mengembalikan perasaan yang dulu kita puja. Sebab, aku masih ingin dengamu saja. Aku tahu, kepalamu bisa jadi lebih batu dari egoku, tetapi kamu harus pahami bukan itu yang menjadikan kita saling mengerti. Tenangkanlah segala resah, tidak usaha memaksakan bicara seketika jika kesal rasanya, pelan-pelan saja. Ingatlah bahwa ada bahagia yang harus kita jaga. Sebab, setelah kelelahan panjang ini, kita akan kembali saling mengerti, bahwa kita memang diciptakan untuk bersama, bukan berpisah ujungnya.    Jangan memaksakan diri untuk menjalani hal yang memang tidak membuat kita nyaman. Ujung-ujungnya hanya akan bikin galau sendiri. Apalagi, tidak mampu paham dan saling tidak enak hati. Hal yang perlu dipahami juga adalah apa yang cocok pada orang lain, belum tentu cocok untuk kita, begitu juga sebaliknya. Jalanilah apa yang m...

Aku Bisa Tetap Hidup Tanpa Kamu

   Satu hal yang tidak pernah kubayangkan adalah tidak menjalanin hari-hariku bersamamu. Tidak lagi menjadikanmu seseorang tempat berbagi cerita. Tidak lagi menjadikanmu orang yang kucari saat terbangun sebab mimpi buruk di pagi buta. Aku benar-benar tidak tahu harus membayangkan seperti apa jadinya nanti. Bila kamu tidak lagi menemani di sisi, aku tidak akan bisa menerka apa yang akan aku lalui nanti, jika bukan kamu yang mendampingi. Sebab segala hal yang kujalani hari ini sudah menjadi kebiasaan denganmu. Kamu adalah segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaanku.    Aku bukan tidak bisa hidup tanpamu. Seandainya pun kamu memilih tiada. Mau tidak mau, hidupku akan tetap berjalan juga. Aku akan tetap melakukan hal-hal yang biasa aku lakukan. Akan tetap bekerja karena hidup memang ditakdirkan untuk bekerja. Akan tetap membaca buku-buku yang sudah menumpuk dilemari. Akan tetap menulis puisi juga draf-draf yang belum sepenuhnya jadi. Akan tetapi berjalan kaki setiap ...

Malam

Yang tidak aku suka dari malam adalah ketika perasaan rindu kepadanya datang tanpa alasan. Bersama dengan kenangan masa lalu yang menusuk hati. Dan seketika kamu hadir dalam hidupku perasaan terhadap gelapnya malam mulai ku sukai. Kau seperti bintang yang menyinari gelapnya hatiku. Walau tidak seterang matahari tapi setidaknya hatiku tidak lagi merasa hampa dengan galapnya malam...

Cinta adalah perubahan-perubahan

   Saat kamu jatuh cinta, kamu hanya punya satu pilihan. Berubah, mau atau tidak mau, cinta selalu menuntut perubahan. Diterima atau tidak, cinta juga akan membuatmu berubah dengan sendirinya.        Tidak ada cinta yang benar-benar apa adanya.  Jika dia tidak menuntutmu untuk berubah, kebiasaannya yang akan membuatmu berubah dengan sendirinya. Atau apapun sebaliknya, cinta akan mengubah kebiasaa itu pelan-pelan.    Hanya satu yang tidak bisa diubah seseorang saat ia jatuh cinta. Perasaan hati. Karena urusan hati tidak pernah bisa di paksakan sekehendak manusia.  Ia bahkan akan tetap rindu meski orang yang di rindukan tidak lagi menanggapinya. Ia bahkan akan tetap menunggu meski tidak tahu apakah yang di tunggu akan datang atau tidak, akan membuka hati atau tidak, akan peduli atau tidak.    Urusan hati punya cara sendiri. Saat kamu jatuh cinta pada seseorang dengan berlebihan, dengan buta, terkadang terlalu sulit mengen...

Rindu...

Tidak ada yang bisa aku tutupi lagi. Tak ada yang bisa aku elak lagi. Rasa ini nyata, dan kian menjadi. Rasa ini semu dan terus menjadi. Kebahagiaan masa lalu bersama kamu kini selalu lewat dan menghampiri malamku. Membuat rindu semakin mendalam. Memang hal bodoh, terus-terusan aku disini mengharapkan kamu kembali. Nyatanya kamu sudah bahagia di ujung sana dengan dia yang lebih kamu harapkan. Kamu tidak tahu, aku di sini, ditemani rasa rindu yang semakin memojokan-ku agar aku menyapa kamu kembali. Rindu terus terusan menjatuhkan-ku rindu terus-terusan membiarkan air mataku menetes untuk kamu yang tidak mempedulikan diri ini lagi.

Lepaskan

Jika dia ingin hilang, biarkan saja dia hilang. Jika baginya kepergian adalah tualang, lepaskan saja langkahnya menjadi kenangan. Sebab hati yang untukmu akan tetap bersarang didadamu. Sejauh apapun ia berlari, padamu ia akan pulang dan mati. Namun jika dia tidak di satukan takdir dengamu, meski kau peluk tubuhnya, kau rasuki raganya, akan tetap ada hal yang tak akan tersentuh padanya.