Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

I'll never love again.

Aku pernah dengar seseorang bilang bahwa jika ada satu orang pandai menuliskan puisi tentang cinta, sebenarnya orang itu tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengutarakan tentang perasaannya kepada seseorang yang ia cintai. Aku sempat terteguh, namun pada akhirnya aku tetap mengamini karena memang begitu faktanya. Aku mencintaimu, tidak pernah ada kesempatan untukku mengutarakannya padamu langsung. Jatuh cinta padamu bukanlah sebuah hal yang aku pilih karena itu bukanlah sebuah pilihan, aku tidak pernah keberatan dengan ini, meski demikian aku sama sekali tidak berhasrat memilikimu. Cukup bagiku menatapmu dari tepatku berdiri, melihatmu tersenyum, tertawa, dan bergurau bersama teman-temanmu. Jujur, aku tidak pernah sebahagia ini jatuh cinta pada seseorang. Perasaanku adalah urusanku, perasaanmu adalah urusanmu. Adalah tanggung jawabku mencintaimu begini, aku tidak memiliki alasan apapun untuk memaksamu jatuh cinta kepadaku. Kamu adalah apa yang selalu aku tulis, dan aku adala...

love. (2)

Kadang rasa yakin nggak datang dari berapa lama kamu sudah mengenal pasanganmu... Kadang, baru sekali lihat pun bisa langsung yakin... "Aku maunya sama dia." Semudah itu...

love.

Tidak ingin main-main, Sudah waktunya menunjuk satu nama lalu meminta dengan sederhana. Pada doa, di banyak waktu dan sepertiga malam seperti biasa. Tuhan mohon lembutkan hatinya, Mudahkan jalannya dan jadikanlah kami sepasang yang akan saling menjaga.

Jauh (2)

Sekarang aku resah. Aku hancur. Aku berantakan. Aku takut. Takut banget.... Kita enggak bisa bertahan.... Bukannya kita sudah berjalan terlalu jauh. Bukannya sudah banyak waktu yang kita lewati bersama. Bukannya sudah banyak cerita yang kita buat. Tetapi kenapa sekarang aku ragu. Tetapi kenapa sekarang aku bingung. Aku takut... Aku enggak tau apa yang akan terjadi. Aku enggak tau apa aku masih bisa bertahan. Kamu, aku, berbeda.... Tapi selama ini kita tak peduli. Tapi akhirnya perbedaan itu membuat kita sadar. Kalo kamu & aku belum tentu bisa terus bersama. Apa keadaan yang salah? Bukan, haha.... Kita yang salah. Tidak bisa bertahan. Tidak mampu berusaha lagi. Tidak mau untuk mengerti lagi.

Jauh....

Kita dekat, tapi terasa jauh. Atau sesungguhnya kita jauh tapi berusaha selalu dekat. Tidak menerima kenyataan kalau sebenarnya kita memang jauh. Tidak mau, melihat sesungguhnya kita memang berbeda. Kita yang berusaha menyatukan dua kepala, Apakah akan berakhir sesuai dengan yang diharapkan... Pada akhirnya semua keyakinan tersebut sirnah. Pada akhirnya keadaan membuat kita tetap jauh. Pada akhirnya sesuatu yang kita harapkan tidak akan pernah sesuai dengan yang kita inginkan.

Ketika Sadar.

Apa yang membuatnya menjadi menyedihkan.... Apa yang membuatnya menjadi seperti seorang pecundang! Ah, bukannya hanya mimpi.... Dari sebuah mimpi aku membangun sebuah harapan. Dari sebuah mimpi aku membangun sebuah keinginan. Dan dari sebuah mimpi aku mulai menyadari kalo aku bukan siapa siapa. Kalo aku. Tidak lebih dari seorang pemimpi.... Yang berharap keajaiban akan datang. Yang berharap dunia akan mengabulkan. Yang berharap semua akan jadi kenyataan.... Saat sadar aku menyadari ternyata bermimpi sangat melelahkan.