I'll never love again.

Aku pernah dengar seseorang bilang bahwa jika ada satu orang pandai menuliskan puisi tentang cinta, sebenarnya orang itu tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengutarakan tentang perasaannya kepada seseorang yang ia cintai. Aku sempat terteguh, namun pada akhirnya aku tetap mengamini karena memang begitu faktanya. Aku mencintaimu, tidak pernah ada kesempatan untukku mengutarakannya padamu langsung.

Jatuh cinta padamu bukanlah sebuah hal yang aku pilih karena itu bukanlah sebuah pilihan, aku tidak pernah keberatan dengan ini, meski demikian aku sama sekali tidak berhasrat memilikimu. Cukup bagiku menatapmu dari tepatku berdiri, melihatmu tersenyum, tertawa, dan bergurau bersama teman-temanmu. Jujur, aku tidak pernah sebahagia ini jatuh cinta pada seseorang.

Perasaanku adalah urusanku, perasaanmu adalah urusanmu.

Adalah tanggung jawabku mencintaimu begini, aku tidak memiliki alasan apapun untuk memaksamu jatuh cinta kepadaku.

Kamu adalah apa yang selalu aku tulis, dan aku adalah apa yang tidak pernah kamu baca. Aku tetap bahagia.

Jaga dirimu baik-baik seperti aku menjaga diriku sendiri.

Kalau namamu adalah nama yang tertulis untukku di lauhulmahfuz, maka usahaku berdoa saat bulan sedang terang-terangnya tidak akan sia-sia, tetapi jika sebaliknya tidak apa apa. Aku akan selalu berdoa untuk kebaikanmu dan kebaikan diriku sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Morning July

apa yang terjadi setelah kematian?

Jauh (2)