Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Aku rindu kamu yang dulu

Setelah pertengkaran kita semalam, rasanya aku masih belum paham; pria macam apa yang dulu begituku cintai. Aku tidak pernah melihat kamu yang seperti ini. Kamu yang tak peduli, kamu yang mengucap janji setengah hati, kamu yang selalu marah setiap kali ku tanya siapa wanita-wanita itu, kamu tidak pernah mau jelaskan dan menjawab pertanyaanku, dan kamu yang kali ini tidak lagi ku kenali. Aku tidak tahu siapa pria yang kali ini membalas pesan singkatku, pria yang begitu mudah berkata putus, kemudian mengeluarkan makian dengan menggunakan bahasa jawa, lalu menonaktifkan ponsel tanpa memberikan penjelasan apapun. Kamu tahu, Sayang, aku sudah sesabar apa. Aku rela tidak menuntutmu ini itu, karena pekerjaanmu yang segunung dan tidak bisa sering-sering memberi kabar untukku. Aku tidak memintamu selalu menghubungiku sepanjang waktu, berusaha tidak memarahimu ketika kamu lelah dengan pekerjaanmu dan melarikan semua amarahmu dengan cara menyakitiku. Aku setia menjadi tempat curahan hatimu, tem...

Long Distance_R

Aku ingin kamu mengerti. Maaf kalau aku selalu egois dan tidak pernah mau mengerti apa maumu. Percayalah aku mencintaimu menurut keyakinanku dan aku yakin kamu orang yang terbaik untuk diriku saat ini dan untuk diriku dimasa depan.  Masa depan yang selalu aku harapkan akan selalu seindah impian yang selalu ada dalam hayalan diriku. - A: "Kamu sudah pulang kerja, maaf aku terlalu lama membiarkan kamu menunggu lama diujung telephone." B: "Oh iya aku baru pulang aku lelah. Tidak apa apa lagian aku tidak terlalu lama menunggu kamu, memang apa yang sedang kamu lakukan? Aku sangat merindukan dirimu. Saat ini aku ingin sekali merasakan kehadiranmu disampingku." A: "Aku baru saja selesai makan malam. Kamu lebih baik istirahat dulu, jangan lupa untuk mandi aku sayang kamu." B: "Aku fikir kamu akan memberikan jawaban yang membuat lelahku hilang. Tapi ternyata tidak." A: "Maksud kamu apa? Aku tidak mengerti." B: "...

Aku harap kamu dengar (musikalisasi puisi)

Udah berapa tetes air mata karena dia, yang akhirnya aku usap buat kamu... Udah berapa senyum yang hilang yang akhirnya aku berusaha munculin lagi... Kamu mungkin nggak pernah sadar apa yang aku lakuin selalu saja tentang kamu... Semoga kamu bukan nggak mau tahu... Aku nggak terlalu ngerti sebenarnya apa yang aku lakuin. Aku selalu resah ngelakuin hal untuk kamu. Bukan soal untuk balasannya... Tapi aku gelisah ngelakuin ini semua, karena cinta atau terpaksa. Namun aku bercermin, mata ku tak nunjukin sedikitpun keterpaksaan... Aku bertahan buat kamu. Entah ini tulus atau bodoh, aku nggak tahu benar tentang cinta. Namun yang aku tahu, cinta memang berkorban sampai segininya... Pengorbanan yang nggak pernah tentu batas. Sayangnya... Berapa cinta nggak berakhir berbalas. Tapi... Apakah cinta yang hebat harus bertahan sampai sekarat?! Kamu selalu senyum ke aku, tapi bukan tersenyum bersamaku... Apa lagi karena aku... Ketika kamu bahagia cuman...

Please, udah ya. Cukup...

"Kamu mau kemana? Jalan sama cowok lain ya?!" ucapan seseorang diujung telepon disana. "Nggak kok. Aku ingin istirahat aja." Jawabku "Ih, kesini lah. Aku kangen tau, aku pingin ketemu kamu." "Aku lagi males kemana-mana. Kuliah pulang malem terus, weekend ini aku harus istirahat." "tapi bener kan kamu nggak jalan sama cowok lain?" Tanyanya keukeuh aku memutar bola mata, males jawab. "Halo?" Katanya memastikan bahwa aku masih dalam sambungan telepon. "Ya..." "Ih, nggak jawab. Jangan-jangan kamu emang jalan sama cowok lain, lagi?" "Nggak, aku bilang nggak. aku cuman pingin istirahat total hari ini." "Aku kan kangen tau. Udah seminggu ini aku sibuk dan nggak ketemu sama kamu. Hari ini aku mau ada yang dikerjain, aku mau dikerjainnya sambil ditemanin sama kamu." Tengkukku panas. Aku mulai nggak nyaman dengan situasi ini. Tapi mulutku masih kelu untuk menyampaikannya. ...