Aku rindu kamu yang dulu
Setelah pertengkaran kita semalam, rasanya aku masih belum paham; pria macam apa yang dulu begituku cintai. Aku tidak pernah melihat kamu yang seperti ini. Kamu yang tak peduli, kamu yang mengucap janji setengah hati, kamu yang selalu marah setiap kali ku tanya siapa wanita-wanita itu, kamu tidak pernah mau jelaskan dan menjawab pertanyaanku, dan kamu yang kali ini tidak lagi ku kenali. Aku tidak tahu siapa pria yang kali ini membalas pesan singkatku, pria yang begitu mudah berkata putus, kemudian mengeluarkan makian dengan menggunakan bahasa jawa, lalu menonaktifkan ponsel tanpa memberikan penjelasan apapun. Kamu tahu, Sayang, aku sudah sesabar apa. Aku rela tidak menuntutmu ini itu, karena pekerjaanmu yang segunung dan tidak bisa sering-sering memberi kabar untukku. Aku tidak memintamu selalu menghubungiku sepanjang waktu, berusaha tidak memarahimu ketika kamu lelah dengan pekerjaanmu dan melarikan semua amarahmu dengan cara menyakitiku. Aku setia menjadi tempat curahan hatimu, tem...