Long Distance_R

Aku ingin kamu mengerti. Maaf kalau aku selalu egois dan tidak pernah mau mengerti apa maumu.
Percayalah aku mencintaimu menurut keyakinanku dan aku yakin kamu orang yang terbaik untuk diriku saat ini dan untuk diriku dimasa depan. 
Masa depan yang selalu aku harapkan akan selalu seindah impian yang selalu ada dalam hayalan diriku.

-

A: "Kamu sudah pulang kerja, maaf aku terlalu lama membiarkan kamu menunggu lama diujung telephone."

B: "Oh iya aku baru pulang aku lelah. Tidak apa apa lagian aku tidak terlalu lama menunggu kamu, memang apa yang sedang kamu lakukan? Aku sangat merindukan dirimu. Saat ini aku ingin sekali merasakan kehadiranmu disampingku."

A: "Aku baru saja selesai makan malam. Kamu lebih baik istirahat dulu, jangan lupa untuk mandi aku sayang kamu."

B: "Aku fikir kamu akan memberikan jawaban yang membuat lelahku hilang. Tapi ternyata tidak."

A: "Maksud kamu apa? Aku tidak mengerti."

B: "Oh tidak aku hanya ingin merasakan perhatian dari kamu saja."

A: "Loh bukannya aku sudah perhatian dengan kamu, dengan menyuruhmu istirahat dan mandi, lalu apa salahku?" Tanyaku mulai tidak mengerti.

B: "Baiklah aku akan lakukan saat ini juga."

A: "Tunggu!!! Kamu selalu menyuruku untuk sedikit lebih dewasa dan tidak lagi seperti anak kecil yang maunya selalu ingin dimengerti. Tapi kenapa kamu sekarang malah sebaliknya kamu saat ini seperti anak kecil!!! Kamu kenapa?"

B: "Aku salah, sesekali aku ingin diperhatikan denganmu! Bukan kamu saja yang ingin diperhatikan tapi aku juga, aku menerima semua sifat kekanak-kanakanmu dan bukankah untuk saat ini aku hanya butuh perhatianmu saja. Aku tidak akan menyuruhmu untuk kekota ku dan menemui aku malam-malam seperti ini dan aku tidak akan marah. Yang aku inginkan hanya perhatian dari kamu."

A: "Sudah cukup. Hentikan!!! Aku sudah mengerti, aku sudah tahu... Maaf kalau aku sering selalu ingin kamu perhatikan tapi kamu tidak pernah aku perhatikan dan maaf kalau aku sering tidak memikirkan dirimu dan kondisi hubungan kita."

B: "Lalu bisakah kamu mengerti, aku menelphonemu karena aku rindu denganmu. Aku lelah sehingga aku butuh perhatiaan dan kamu harus terbiasa dengan jarak yang memisahkan kita."

A: "Aku mengerti, aku juga merindukan kamu. Aku fikir kamu tidak pernah merindukan diriku karna kamu terlalu cuek dengan pekerjaan kamu bahkan sesekali kamu lebih memilih untuk menghabiskan weekend dengan segudang pekerjaanmu dibandingkan menghabiskan waktu weekend untuk pergi kekota ku dan menemui diriku."

B: "Kenapa kamu jadi seperti ini? Aku melakukan ini untuk masa depan aku, ahh maksudku untuk masa depan hubungan kita. Bukan hanya masa depan diriku, tetapi untuk masa depan kita berdua untuk kita membangun istana cinta yang diisi dengan suara anak kecil, istana cinta yang dipenuhi dengan kebahagiaan aku memilih perkerjaanku karna ingin mewujudkan mimpi-mimpi kita. Mimpi kamu dan aku."

A: "Aku tahu tapi biarkan kamu mengerti aku ingin seperti teman-temanku yang menghabiskan waktu weekendnya dengan kekasih mereka."

B: "Aku memilihmu dengan penuh keyakinan dalam hidupku dan aku yakin kamu akan menjadi yang terbaik untuk diriku saat ini dan dimasa depan. Aku sungguh mencintaimu, kamu tidak usah khawatir aku disini untuk berkerja dan mengumpulkan dana untuk istana cinta dan impian kita."

A: "Aku juga mencintaimu. Tapi kalau kamu seperti ini terus lalu waktu weekendku akan aku habiskan dengan orang lain. Apa kamu ingin aku seperti itu?!"

B: "Kamu ingin melakukan hal itu? Baiklah kalau itu mau kamu, tapi jangan salahkan aku kalau aku datang kekotamu dan langsung melamarmu untuk menjadi miliku. Untuk menjadi pendamping hidupku."

A: "Hah makasud kamu apa?"

B: "Aku tidak ingin bercanda dalam menjalankan hubungan ini. Hubungan kita sudah berjalan lama aku ingin menjadikan kamu pendamping hidup aku. Kamu bersedia kan?" Tanyanya penuh dengan keseriusan.

A: "Aku yakin kamu bisa membuatku bahagia aku yakin kamu bisa menciptakan istana cinta yang indah seperti yang aku harapkan. Kapan kamu akan kekotaku dan melamarku? Apa perlu aku menghabiskan waktu weekendku dengan orang lain dulu dan kamu akan melakukan hal itu?" Tanyaku dengan nada bercanda.

B: "Baiklah, lakukan saja kalau itu mau kamu. 2 atau 3 bulan lagi aku akan datang kekotamu."

A: "Kamu benar-benar sudah yakin denganku?"

B: "Aku sudah memantapkan hatiku hanya untuk dirimu. Abis sidang wisuda kamu, aku yakin segera menikahi dirimu." Jawabnya dengan penuh kemantapan.

A: "Baiklah aku akan menunggu, aku sangat mencintamu."

B: "Aku lebih mencintaimu, aku tidak ingin kamu berpaling dengan siapapun aku ingin berusaha untuk kamu. Kamu segalanya untuk ku."



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Morning July

apa yang terjadi setelah kematian?

Jauh (2)