Harapan palsu
Aku
duduk di pinggir kolam yang sejuk.
hari itu aku sedang menunggu balasan SMS dari Trio, "ok. gw terima tawarannya" itulah SMS dari Trio.
Saat itu aku merasa sangat senang ketika
Trio menerima tawaranku untuk dicomblangkan dengan Tasya, sahabatku.
Trio adalah teman dari kecil ku, bahkan bisa disebut sahabat, aku akrab dengannya karena kami saling bertetangga.
Awalnya, aku sering membayangkan kalau dia culun banget, tetapi, semuanya berubah ketika aku melihatnya sangat beda dari sebelumnya, yap.
kami memang berteman tapi jarang bertemu.
Trio sekolah di tempat yang sangat jauh, dan jarang pulang.
aku pun mulai sedih ketika mengingatnya.
"Sarah..Sarah.." suara ibu memanggilku, aku pun menghampiri ibu dan melupakan lamunan tentang Trio.
ibu bertanya, "kamu mau bantu ibu kan?"
aku pun menjawab dengan senang hati "iya bu"
"tolong kamu antarkan surat ini ke kantor pos ya", "ok.bu".
aku pun mengambil kunci motor dan segera melesat ke kantor pos.
tapi aku tidak menyangka, disana, aku bertemu dengan Trio.
"Trio.. gak nyangka gue bisa ketemu lo disini?"
tanyaku, Trio pun menjawab "gue juga gak nyangka, eh gimana tentang rencana lo yg mau nyomblangin gue?" "ok. akan gue usahain, Tasya tertarik sama lo".
aku melihat senyumnya dia sangat bahagia, begitu juga aku.
Tiga hari kemudian, aku janjian dengan Trio.
Seminggu kemudian, aku dan Trio bertemu kembali, dia membisikan kata kata ke telingaku, aku pun merasakan hembusan nafasnya yang semakin meyakinkanku untuk mencintainya.
Trio pun berpamitan untuk pulang duluan.
Aku berjanji padanya, aku akan menjawab pertanyaan cintanya jika dia kembali pulang ke rumah.
Tetapi betapa terkejutnya aku ketika aku melihat pesan facebooknya, kita akan bertemu di taman, rasanya ini malam yang sangat menyenangkan.
akhirnya kamipun bertemu dan mengobrol panjang lebar dengan antusias.
Aku semakin yakin akan perasaanku, ya, aku mengaguminya, aku suka padanya, tetapi,aku harus meninggalkan perasaan itu, aku sudah terlanjur mengenalkan Trio dengan Tasya, sahabatku sendiri yang juga menyukai Trio.
Aku tidak mungkin menyakiti hati sahabatku.
Trio mengatakan hal yang sama berulang kali, "kalo gue ga jadi sama Tasya, gue sama lo ya, Sarah?" aku hanya mengalihkan pembicaraan dan aku merasa Trio hanya bercanda.
Ternyata Trio tidak tertarik dengan Tasya, entah mengapa, aku mulai senang.
dan aku juga tidak menghawatirkan Tasya sakit hati, karena dia juga sudah mendapatkan lelaki lain.
besoknya, aku mengirim sms kepada Trio: "kenapa lo ga mau sama Tasya dia kan cantik?".
tapi Trio tidak menjawab, dan aku pun mulai sedih karenanya.
tetapi, betapa terkejutnya aku ketika aku mendapat balasan dari Trio: "gue gak mau sama Tasya, karena gue gak kenal dia, dan gue suka sama lo"
aku pun hanya bisa tertawa kecil dan menganggap ini hanya candaan.
tapi ternyata aku salah.
Trio mengirimkan pesan padaku: "Sarah,lo dimana? gue di depan rumah lo sekarang". aku terkejut.
Ternyata Trio punya perasaan yang sama sepertiku.
dia menyatakan cinta pada ku. aku tidak bisa berkata apa apa, aku mempertimbangkan jawaban.
untunglah Trio memberiku waktu untuk berpikir."gue mau balik ke sekolah, baik baik ya Sarah" Trio berpamitan untuk pergi, dengan waktu yang cukup lama.
Setelah waktu yang cukup lama, Trio tidak menemuiku.
aku sudah tidak sabar menantinya dan menjawab pertanyaannya.
Trio sudah kembali pada mantannya ! dia sudah punya kekasih? dalam hati aku bertanya-tanya, mengapa ini terjadi? apa salahku? mengapa Trio pergi? mengapa dia mempunyai kekasih? mengapa dia menaytakan cinta pada ku saat itu? ah sial,apa aku sudah dibodohi?
Aku sedih dengan kenyataan ini, sampai sekarang, aku tidak bertemu lagi dengan Trio.
aku juga tidak tau apa yang harus aku lakukan kalau nanti aku bertemu, aku sudah berjanji padanya, dia juga sudah berjanji padaku.ah sudahlah.. harapanku menipis :')
hari itu aku sedang menunggu balasan SMS dari Trio, "ok. gw terima tawarannya" itulah SMS dari Trio.
Saat itu aku merasa sangat senang ketika
Trio menerima tawaranku untuk dicomblangkan dengan Tasya, sahabatku.
Trio adalah teman dari kecil ku, bahkan bisa disebut sahabat, aku akrab dengannya karena kami saling bertetangga.
Awalnya, aku sering membayangkan kalau dia culun banget, tetapi, semuanya berubah ketika aku melihatnya sangat beda dari sebelumnya, yap.
kami memang berteman tapi jarang bertemu.
Trio sekolah di tempat yang sangat jauh, dan jarang pulang.
aku pun mulai sedih ketika mengingatnya.
"Sarah..Sarah.." suara ibu memanggilku, aku pun menghampiri ibu dan melupakan lamunan tentang Trio.
ibu bertanya, "kamu mau bantu ibu kan?"
aku pun menjawab dengan senang hati "iya bu"
"tolong kamu antarkan surat ini ke kantor pos ya", "ok.bu".
aku pun mengambil kunci motor dan segera melesat ke kantor pos.
tapi aku tidak menyangka, disana, aku bertemu dengan Trio.
"Trio.. gak nyangka gue bisa ketemu lo disini?"
tanyaku, Trio pun menjawab "gue juga gak nyangka, eh gimana tentang rencana lo yg mau nyomblangin gue?" "ok. akan gue usahain, Tasya tertarik sama lo".
aku melihat senyumnya dia sangat bahagia, begitu juga aku.
Tiga hari kemudian, aku janjian dengan Trio.
Seminggu kemudian, aku dan Trio bertemu kembali, dia membisikan kata kata ke telingaku, aku pun merasakan hembusan nafasnya yang semakin meyakinkanku untuk mencintainya.
Trio pun berpamitan untuk pulang duluan.
Aku berjanji padanya, aku akan menjawab pertanyaan cintanya jika dia kembali pulang ke rumah.
Tetapi betapa terkejutnya aku ketika aku melihat pesan facebooknya, kita akan bertemu di taman, rasanya ini malam yang sangat menyenangkan.
akhirnya kamipun bertemu dan mengobrol panjang lebar dengan antusias.
Aku semakin yakin akan perasaanku, ya, aku mengaguminya, aku suka padanya, tetapi,aku harus meninggalkan perasaan itu, aku sudah terlanjur mengenalkan Trio dengan Tasya, sahabatku sendiri yang juga menyukai Trio.
Aku tidak mungkin menyakiti hati sahabatku.
Trio mengatakan hal yang sama berulang kali, "kalo gue ga jadi sama Tasya, gue sama lo ya, Sarah?" aku hanya mengalihkan pembicaraan dan aku merasa Trio hanya bercanda.
Ternyata Trio tidak tertarik dengan Tasya, entah mengapa, aku mulai senang.
dan aku juga tidak menghawatirkan Tasya sakit hati, karena dia juga sudah mendapatkan lelaki lain.
besoknya, aku mengirim sms kepada Trio: "kenapa lo ga mau sama Tasya dia kan cantik?".
tapi Trio tidak menjawab, dan aku pun mulai sedih karenanya.
tetapi, betapa terkejutnya aku ketika aku mendapat balasan dari Trio: "gue gak mau sama Tasya, karena gue gak kenal dia, dan gue suka sama lo"
aku pun hanya bisa tertawa kecil dan menganggap ini hanya candaan.
tapi ternyata aku salah.
Trio mengirimkan pesan padaku: "Sarah,lo dimana? gue di depan rumah lo sekarang". aku terkejut.
Ternyata Trio punya perasaan yang sama sepertiku.
dia menyatakan cinta pada ku. aku tidak bisa berkata apa apa, aku mempertimbangkan jawaban.
untunglah Trio memberiku waktu untuk berpikir."gue mau balik ke sekolah, baik baik ya Sarah" Trio berpamitan untuk pergi, dengan waktu yang cukup lama.
Setelah waktu yang cukup lama, Trio tidak menemuiku.
aku sudah tidak sabar menantinya dan menjawab pertanyaannya.
Trio sudah kembali pada mantannya ! dia sudah punya kekasih? dalam hati aku bertanya-tanya, mengapa ini terjadi? apa salahku? mengapa Trio pergi? mengapa dia mempunyai kekasih? mengapa dia menaytakan cinta pada ku saat itu? ah sial,apa aku sudah dibodohi?
Aku sedih dengan kenyataan ini, sampai sekarang, aku tidak bertemu lagi dengan Trio.
aku juga tidak tau apa yang harus aku lakukan kalau nanti aku bertemu, aku sudah berjanji padanya, dia juga sudah berjanji padaku.ah sudahlah.. harapanku menipis :')
Komentar